BBM NAIK ???? KASIH DAAAAHHH …. Mencoba Berpikir Sederhana
Tidak Berkategori Mei 27th, 2008Tanggal 24 Mei 2008 BBM di negeriku telah benar-benar sedikit lebih mahal. Aku bilang sedikit karena yang aku tahu kemarin pagi (26 Mei 20
kenek angkot yang Jum’at kemarin dengan senang hati menerima uang Rp. 2.000,- dariku, hari ini meminta Rp. 2.500,- dariku …. Kasih daaahh!! Wong cuma Rp. 500,- saja to??
Berbekal perasaanku yang rasanya santai-santai saja menghadapi kenaikan harga BBM beserta dampaknya tersebut (perlu diketahui aku adalah seseorang dengan uang pas-san), aku bertanya pada seorang ibu yang duduk di sebelahku. Kutanyakan bagaimana perasaannya tentang kenaikan harga BBM di Indonesia tercinta ini. Dengan santai ibu itu bilang “ Biasa saja dik, wong sudah harga dari sananya segitu”. Aku penasaran dengan jawaban “sudah dari sananya”, maka aku tanyakan lagi “sananya” itu siapa. Jawabnya dengan polos : “ Ya pemerintah. Kan pastinya pemerintah sudah memikirkan semuanya sebelum menaikkan harga. Kita kan malah ga tahu apa-apa soal harga”. Busyet…! Pasrah apa bijak sich ibu ini, pikirku begitu. Kurang puas dengan jawaban itu aku bertanya pada mas kenek angkot dengan pertanyaan yang sama. Katanya besok dia tidak mau narik lagi dengan alasan susah nyari setoran yang oleh majikannya dinaikkan Rp.25.000,-. “Tapi kalau aku ga dapat kerjaan lain ya balik narik lagi mbak…”imbuhnya dengan tertawa. Kalimat terakhirnya itu membuatku agak tertawa juga.
Sesampainya aku di tempat mangkal, aku menyambar surat kabar yang tegeletak di meja pak satpam. Isinya ternyata hanya seputar demo yang dilakukan para mahasiswa dengan ritual membakar ban bekas di jalanan, membakar foto presiden, sampai pada pengrusakan sarana publik dan bentrokan dengan aparat keamanan. Bosan banget! Dari kemarin-kemarin semua media masa hanya itu-itu saja yang diberitakan. Memang sih unjuk rasa untuk menyuarakan hati rakyat itu bagus. Tapi kalau harus membakar ban di jalan yang pada akhirnya membuat aspal-aspal mengelupas, berlubang dan mengakibatkan kecelakaan? Apa demo seperti itu masih menjadi amat perlu? Atau penggrusakan terhadap sarana publik seperti kantor pmerintah, gedung-gedung, kampus, dan sebagainya, atau mencegat angkot-angkot dan meminta penumpangnya untuk turun … apakah demo semacam itu masih tetap menjadi misi kemanusiaan yang menjunjung tinggi hak sesama manusia dan menhentikan pembodohan dan penindasan terhadap rakyat?? Kalau caranya seperti itu rakyat yang mana yang dibela? Rakyat yang kebingungan karena angkotnya di larang beroperasi oleh para demonstran?? rakyat yang sudah “lega lila” menerima kenaikan harga BBM? Atau rakyat yang mana lagi …
Mungkin kita harus belajar sedikit bersantai. Belajar berpikir sederhana dan tidak penuh curiga. Aku masih ingat dulu di SMP Pak Guru Geografi bilang kalau BBM itu termasuk dalam golongan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui karena proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat-sangat lama, bisa ratusan juta tahun. Sementara itu SDA itu terus dikuras untuk dimanfaatkan manusia, lama-lama pasti habis, tapi untuk memprbaruinya butuh waktu yang lama itu tadi. Makanya, dari dulu seharusnya manusia menghemat BBM dan mengoptimalkan sumber energi lain selain BBM.
Sekarang kan jelas kalau BBM di bumi ini semakin sedikit, dan biasanya barang yang semakin langka akan semakin mahal pula harganya. Jadi kalau sekarang BBM mahal kan yo boleh to?? Itu kalau kita berpikir secara sederhana lho. Kalau dipikir tanpa dibumbui dengan hal-hal yang berbau politik dan teori-teori ekonomi … dan rasanya kebanyakan masyarakat Indonesia belum siap untuk diajak berpikir tentang apa itu ekonomi makro, ekonomi mikro, kapitalisme, neoliberalisme, ataupun teori mempengarui masa dan mencari dukungan untuk mengalahkan lawan politik.
Itu tadi cuma pendapatku … seseorang yang mencoba berpikir sederhana dan tidak memihak pada siapapun … karena memihak pada keyakinanku sendiri aku anggap lebih keren dibanding memihak korang lain yang jauh dari kata “meyakinkan”